Senin, 12 Maret 2012 0 komentar

Sejarah Matematika dan Esensinya

Sejarah Matematika dan Esensinya
Sejarah adalah hal yang tidak terlepaskan dari sebuah kehidupan. Baik ataupun buruk, semua terekam dalam lingkup ruang dan waktu. Kehidupan yang ada sekarang merupakan produk dari proses dan perjalanan di masa lalu. Jadi, sesuatu tidak akan pernah muncul, tanpa adanya sesuatu yang dulu. Sesuatu itu muncul tidak langsung dengan sendirinya, pasti ada sesuatu pula yang menyokongnya dari belakang.  Hal inilah yang membuat betapa pentingnya arti sejarah matematika di pandangan kita. Agar kita tahu, bahwa matematika tidak hanya sekedar mengotak – ngatik angka, tetapi juga ada sisi sejarahnya. Selain menambah ilmu pengetahuan, hal ini juga membuat kita semakin yakin, bahwa matematika adalah ilmu yang ilmiah dan kompleks, sehingga diperlukan ratusan hingga ribuan tahun untuk menjelma menjadi seperti sekarang.  Mungkin dapat saya katakan, alangkah sombongnya seorang manusia bila ia tidak mau mempelajari, mengenal seluk beluk tentang latar belakangnya, padahal dia sendiri sebenarnya menggunakannya, dan bahkan memanfaatkannya untuk hidup dan bertahan hidup. Jadi intinya, dengan mempelajari sejarah matematika berarti kita mempelajari diri kita sendiri, mempelajari latar belakang kita, sehingga diharapkan dalam proses pembelajaran sejarah matematika, kita haruslah belajar dengan sepenuh hati, terus menggali untuk kemajuan diri kita sendiri.
Perjalanan dan kehidupan di masa lampau, memiliki arti yang besar bagi kehidupan di masa sekarang. Dimulai dari peradaban di zaman batu, zaman perunggu, zaman besi, zaman es, zaman modern, hingga zaman post modern. Kehidupan dan pengetahuan manusia terus meningkat. Dulu, batu menjadi alat penting bagi manusia, menjadi suatu penemuan yang sangat berguna bagi sumber penghidupan. Gua – gua menjadi tempat hidup dan berlindung dari panas dan dinginnya udara di luar. Kehidupan berburu,menjadi satu – satunya cara untuk mempertahankan hidup. Namun, pikiran manusia mulai berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Awalnya manusia yang hobi berburu, telah berubah sedikit demi sedikit untuk berternak dan bercocok tanam, gua yang menjadi tempat hidup dan berlindung telah berubah menjadi rumah yang sangat sederhana. Hal inilah yang membuat manusia secara tidak sadar menghidupkan matematika di alam bumi ini. Awalnya pengunaan matematika hanya digunakan untuk menghitung jumlah ternak dan jumlah panen. Notasinyapun hanya berupa coretan garis. Namun dari sinilah awal mula matematika itu muncul. Penggunaan geometri juga mulai terlihat dari kemajuan bangunan yang didirikan.  Matematika terus bekembang, seiring berkembangnya peradaban, hingga sekarang matematika menjadi ilmu pengetahuan yang begitu kompleks.
Ternyata sudah sepatutnya kita bersyukur hidup di masa sekarang, memanen dan menyantap ilmu pengetahuan secara optimal, tanpa harus susah – susah pergi ke tempat dimana matematika itu berkembang. Kita tidak perlu mempelajari teorema phytagoras hingga ke Mesir, bertanya dan duduk bersimpuh di makam phytagoras. Kita tidak perlu bertanya tentang soal kalkulus kepada Leibniz. Kita tidak perlu bertanya soal aljabar kepada al-khawarizmi. Sekarang, semuanya telah tersusun rapi dan terstruktur dalam bentuk buku. Kita tinggal membaca dan memahami isinya. Tidak hanya itu, ada baiknya seorang yang matematikawan menghargai setiap ilmu yang diperolehnya, melestarikan ilmunya, dan tidak menyombongkan diri dengan apa yang ia ketahui. Selain itu, dengan adanya sejarah matematika tentu akan menambah takwa dan rasa syukur kita kepada Allah SWT yang telah menciptakan sebuah ilmu pengetahuan yang begitu hebat, dan memberi kesempatan buat kita untuk mendalaminya.   Sekali lagi, sejarah matematika membuat kita mengerti dan paham bagaimana seharusnya kita berprilaku terhadap matematika. 
0 komentar

Aku, Sejarah Matematika dan Matematika


Aku, Sejarah Matematika dan Matematika
Apa kedudukanku dalam Matematika?
Matematika adalah salah satu bidang kehidupan yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan itu sendiri, termasuk dalam kehidupanku. Sadar ataupun tidak disadari, matematika mengiringi hampir disetiap langkah kehidupan. Walaupun sebenarnya konsep matematika adalah hasil penyempurnaan pikiran,  namun ia sangat berperan dalam keberlangsungan proses kehidupan. Mengapa matematika dikatakan sebagai hasil penyempurnaan?
Sebagai jawabannya, akan dicontohkan sudut lancip seperti gambar berikut :
 



                   Gambar 1                                                              Gambar 2
Pada gambar 1, apakah merupakan sudut lancip?
Pada gambar 2, apakah merupakan sudut lancip?
Hampir semua diantara kita, termasuk aku,   menjawab bahwa gambar 1 merupakan sudut lancip, dan gambar 2 bukan merupakan sudut.  Padahal bila kita kaji dengan seksama, dengan perbesaran 50 kali, akan terlihat sebenarnya dua garis pada gambar 1  tidaklah berpotongan, sehingga tidak mungkin membentuk sudut, apalagi sudut lancip. Selajutnya pada gambar 2, terlihat jelas bahwa kedua garis tersebut tidak membentuk sudut. Namun apabila diperkecil 20 kali dari gambar aslinya, maka kedua garis tersebut membentuk sudut lancip yang sempurna. Hal ini jelas membuktikan bahwa sebenarnya matematika itu adalah hasil penyempurnaan dari pikiran kita sendiri.
Berdasarkan hal tersebut, dapat kita simpulkan bahwa mempelajari matematika berarti sama saja seperti kita bercermin. Jadi, matematika itu adalah kita sendiri, diri kita, jiwa kita dan pikiran kita. Bila konsep itu sudah tertanam, maka kita dapat dikatakan sebagai matematikawan sejati..
                  
                   Apa kedudukanku dalam Sejarah Matematika?
                   Sejarah Matematika merupakan salah satu bagian yang tidak dapat terlepaskan dari matematika. Dalam sejarah matematika inilah kita dapat mengetahui bagaimana matematika itu ada, baik dari penemuannya hingga perkembangannya. Dengan sejarah matematika ini pula kita dapat mengenal metode, objek, relasi, struktur, komponen, dan banyak hal yang terkait dengan matematika. Tentu dalam memahami sejarah matematika, kita juga harus menjadikan diri kita sebagai seseorang yang ada di dalam sejarah matematika. Misalnya saja untuk mempelajari sejarah matematika babilonia, maka diandaikan saja kita hidup pada masa itu, sehingga secara tidak langsung kita menjadi bagian dari sejarah matematika itu sendiri.
                   Jadi, sekali lagi dapat disimpulkan, mempelajari sejarah matematika berarti sama saja kita bercermin. Sejarah matematika itu adalah kita sendiri, diri kita, jiwa kita dan pikiran kita. Bila konsep itu sudah tertanam, maka kita dapat dikatakan sebagai matematikawan sejati.
Lalu, apa kedudukanku dalam Sejarah Matematika dan Matematika?
                   Aku adalah sejarah matematika, dan aku juga adalah matematika. Jadi matematika dan sejarah matematika adalah diriku, jiwaku dan pikiranku.  Itulah aku yang seharusnya. Dengan aku yang seharusnya itu, tentu perjalananku untuk memahami sejarah matematika dan matematika menjadi semakin mudah. Dan yang paling penting dengan menjadikan diriku sebagai sejarah matematika dan matematika maka aku akan mendapatkan kebermanfaatan yang luar biasa, yang dapat mewujudkan mimpi-mimpiku di masa mendatang.
 
;