Sejarah Matematika dan Esensinya
Sejarah adalah hal yang tidak terlepaskan dari sebuah kehidupan. Baik ataupun buruk, semua terekam dalam lingkup ruang dan waktu. Kehidupan yang ada sekarang merupakan produk dari proses dan perjalanan di masa lalu. Jadi, sesuatu tidak akan pernah muncul, tanpa adanya sesuatu yang dulu. Sesuatu itu muncul tidak langsung dengan sendirinya, pasti ada sesuatu pula yang menyokongnya dari belakang. Hal inilah yang membuat betapa pentingnya arti sejarah matematika di pandangan kita. Agar kita tahu, bahwa matematika tidak hanya sekedar mengotak – ngatik angka, tetapi juga ada sisi sejarahnya. Selain menambah ilmu pengetahuan, hal ini juga membuat kita semakin yakin, bahwa matematika adalah ilmu yang ilmiah dan kompleks, sehingga diperlukan ratusan hingga ribuan tahun untuk menjelma menjadi seperti sekarang. Mungkin dapat saya katakan, alangkah sombongnya seorang manusia bila ia tidak mau mempelajari, mengenal seluk beluk tentang latar belakangnya, padahal dia sendiri sebenarnya menggunakannya, dan bahkan memanfaatkannya untuk hidup dan bertahan hidup. Jadi intinya, dengan mempelajari sejarah matematika berarti kita mempelajari diri kita sendiri, mempelajari latar belakang kita, sehingga diharapkan dalam proses pembelajaran sejarah matematika, kita haruslah belajar dengan sepenuh hati, terus menggali untuk kemajuan diri kita sendiri.
Perjalanan dan kehidupan di masa lampau, memiliki arti yang besar bagi kehidupan di masa sekarang. Dimulai dari peradaban di zaman batu, zaman perunggu, zaman besi, zaman es, zaman modern, hingga zaman post modern. Kehidupan dan pengetahuan manusia terus meningkat. Dulu, batu menjadi alat penting bagi manusia, menjadi suatu penemuan yang sangat berguna bagi sumber penghidupan. Gua – gua menjadi tempat hidup dan berlindung dari panas dan dinginnya udara di luar. Kehidupan berburu,menjadi satu – satunya cara untuk mempertahankan hidup. Namun, pikiran manusia mulai berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Awalnya manusia yang hobi berburu, telah berubah sedikit demi sedikit untuk berternak dan bercocok tanam, gua yang menjadi tempat hidup dan berlindung telah berubah menjadi rumah yang sangat sederhana. Hal inilah yang membuat manusia secara tidak sadar menghidupkan matematika di alam bumi ini. Awalnya pengunaan matematika hanya digunakan untuk menghitung jumlah ternak dan jumlah panen. Notasinyapun hanya berupa coretan garis. Namun dari sinilah awal mula matematika itu muncul. Penggunaan geometri juga mulai terlihat dari kemajuan bangunan yang didirikan. Matematika terus bekembang, seiring berkembangnya peradaban, hingga sekarang matematika menjadi ilmu pengetahuan yang begitu kompleks.
Ternyata sudah sepatutnya kita bersyukur hidup di masa sekarang, memanen dan menyantap ilmu pengetahuan secara optimal, tanpa harus susah – susah pergi ke tempat dimana matematika itu berkembang. Kita tidak perlu mempelajari teorema phytagoras hingga ke Mesir, bertanya dan duduk bersimpuh di makam phytagoras. Kita tidak perlu bertanya tentang soal kalkulus kepada Leibniz. Kita tidak perlu bertanya soal aljabar kepada al-khawarizmi. Sekarang, semuanya telah tersusun rapi dan terstruktur dalam bentuk buku. Kita tinggal membaca dan memahami isinya. Tidak hanya itu, ada baiknya seorang yang matematikawan menghargai setiap ilmu yang diperolehnya, melestarikan ilmunya, dan tidak menyombongkan diri dengan apa yang ia ketahui. Selain itu, dengan adanya sejarah matematika tentu akan menambah takwa dan rasa syukur kita kepada Allah SWT yang telah menciptakan sebuah ilmu pengetahuan yang begitu hebat, dan memberi kesempatan buat kita untuk mendalaminya. Sekali lagi, sejarah matematika membuat kita mengerti dan paham bagaimana seharusnya kita berprilaku terhadap matematika.




- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact